Posted by
Prito Ramadhani
In:
Bu Sri Pulanglah. .
Bu Sri Mulyani, Pulanglah. . .
Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyarankan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani segera pulang ke Indonesia bila ingin maju sebagai calon presiden pada pemilu mendatang.
"Kalau tidak dimulai dari sekarang, Sri Mulyani akan kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan juga kepada partai politik. Kalau tetap di Amerika hingga 2013, maka waktunya terlalu pendek untuk bisa meningkatkan popularitasnya. Saya sarankan untuk segera pulang kampung," kata Burhanuddin di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan, keinginan Sri Mulyani untuk maju sebagai calon presiden ditandai dengan langkah-langkah sistermatis dengan membentuk tim sukses yang terdiri dari Wilmar Witoelar, Rahman Toleng dan Rocky Gerung.
"Ya, Sri Mulyani akan maju sebagai capres. Dia telah menyiapkan langkah-langkah sistematis untuk menuju 2014 mendatang, termasuk telah membentuk tim sukses," kata Burhanuddin.
Namun untuk saat ini, kendala yang dihadapi oleh Sri Mulyani adalah tidak adanya kendaraan politik yang akan digunakannya.
"Untuk kendaraan politik, berupa partai politik akan mudah didapat oleh Sri Mulyani bila popularitasnya terus meningkat sehingga daya jualnya semakin tinggi dan partai politik yang sifatnya pragmatis akan bersedia menampung Sri Mulyani. Tim sukses Sri Mulyani sedang melakukan itu," kata dia.
Terkait soal pendamping Sri Mulyani, Burhanuddin mengatakan, karena masih lama, susah untuk diprediksi sama sekali kalau bicara pendamping Sri Mulyani.
"Masih jauh itu. Yang paling penting sekarang bagaimana Sri Mulyani bisa meningkatkan popularitasnya dan mendongkrak daya jual kepada partai politik," kata Burhanuddin.
Sementara itu, pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit mengatakan, Sri Mulyani mempunyai peluang untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.
"Dari gesture dan toon yang ada di negeri ini, dari tokoh-tokoh yang ada, ada lima nama yang pantas untuk maju sebagai calon presiden seperti Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Any Yudhoyono, Mahfud MD dan Prabowo Subianto," kata Sukardi.
Namun disayangkan, Sri Mulyani tidak memiliki kendaraan politik untuk mengusungnya.
"Sri Mulyani tidak punya parpol, tak seperti Aburizal Bakrie, Any Yudhoyono dan Prabowo Subianto," kata dia.
Meskipun tidak mempunyai kendaraan politik untuk saat ini, dia memperkirakan, bila popularitas Sri Mulyani terus meningkat, kendaraan politik akan mudah didapatkan.
"Sekarang ini memang belum bisa diprediksi partai yang akan menerima Sri Mulyani. Kalau dia maju, akan membikin geger," sebut Sukardi.
PSI lebih dulu Sementara itu, Partai Sarikat Indonesia (PSI) meminang mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kini menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2014.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Sarikat Indonesia (PSI) di Jakarta yang berakhir Jumat 16 Juli.
Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Rahardjo Tjakraningrat, keputusan itu diambil karena Sri Mulyani adalah putra terbaik yang kini dimiliki bangsa Indonesia. Sri Mulyani memiliki integritas, kapabilitas dan berdedikasi tinggi untuk memperbaiki nasib bangsa ini.
Karena itu, PSI akan segera mengirim surat kepada Sri Mulyani yang kini berkantor di Washington DC, Amerika Serikat.
"Partai Sarikat Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Sri Mulyani untuk meminta kesediaannya," kata Rahardjo.
"Kalau tidak dimulai dari sekarang, Sri Mulyani akan kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan juga kepada partai politik. Kalau tetap di Amerika hingga 2013, maka waktunya terlalu pendek untuk bisa meningkatkan popularitasnya. Saya sarankan untuk segera pulang kampung," kata Burhanuddin di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan, keinginan Sri Mulyani untuk maju sebagai calon presiden ditandai dengan langkah-langkah sistermatis dengan membentuk tim sukses yang terdiri dari Wilmar Witoelar, Rahman Toleng dan Rocky Gerung.
"Ya, Sri Mulyani akan maju sebagai capres. Dia telah menyiapkan langkah-langkah sistematis untuk menuju 2014 mendatang, termasuk telah membentuk tim sukses," kata Burhanuddin.
Namun untuk saat ini, kendala yang dihadapi oleh Sri Mulyani adalah tidak adanya kendaraan politik yang akan digunakannya.
"Untuk kendaraan politik, berupa partai politik akan mudah didapat oleh Sri Mulyani bila popularitasnya terus meningkat sehingga daya jualnya semakin tinggi dan partai politik yang sifatnya pragmatis akan bersedia menampung Sri Mulyani. Tim sukses Sri Mulyani sedang melakukan itu," kata dia.
Terkait soal pendamping Sri Mulyani, Burhanuddin mengatakan, karena masih lama, susah untuk diprediksi sama sekali kalau bicara pendamping Sri Mulyani.
"Masih jauh itu. Yang paling penting sekarang bagaimana Sri Mulyani bisa meningkatkan popularitasnya dan mendongkrak daya jual kepada partai politik," kata Burhanuddin.
Sementara itu, pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit mengatakan, Sri Mulyani mempunyai peluang untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.
"Dari gesture dan toon yang ada di negeri ini, dari tokoh-tokoh yang ada, ada lima nama yang pantas untuk maju sebagai calon presiden seperti Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Any Yudhoyono, Mahfud MD dan Prabowo Subianto," kata Sukardi.
Namun disayangkan, Sri Mulyani tidak memiliki kendaraan politik untuk mengusungnya.
"Sri Mulyani tidak punya parpol, tak seperti Aburizal Bakrie, Any Yudhoyono dan Prabowo Subianto," kata dia.
Meskipun tidak mempunyai kendaraan politik untuk saat ini, dia memperkirakan, bila popularitas Sri Mulyani terus meningkat, kendaraan politik akan mudah didapatkan.
"Sekarang ini memang belum bisa diprediksi partai yang akan menerima Sri Mulyani. Kalau dia maju, akan membikin geger," sebut Sukardi.
PSI lebih dulu Sementara itu, Partai Sarikat Indonesia (PSI) meminang mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kini menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2014.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Sarikat Indonesia (PSI) di Jakarta yang berakhir Jumat 16 Juli.
Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Rahardjo Tjakraningrat, keputusan itu diambil karena Sri Mulyani adalah putra terbaik yang kini dimiliki bangsa Indonesia. Sri Mulyani memiliki integritas, kapabilitas dan berdedikasi tinggi untuk memperbaiki nasib bangsa ini.
Karena itu, PSI akan segera mengirim surat kepada Sri Mulyani yang kini berkantor di Washington DC, Amerika Serikat.
"Partai Sarikat Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Sri Mulyani untuk meminta kesediaannya," kata Rahardjo.
This entry was posted on 07.28
and is filed under
Bu Sri Pulanglah. .
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Posted on
-
0 Comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Loading...

0 komentar:
Posting Komentar